• MI MUHAMMADIYAH 05
  • Mewujdukan Madrasah Yang Religius, Mandiri, Inovatif dan Berprestasi

Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Edisi Revisi Tahun 2024

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”
 
Profil pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yakni peserta didik dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia.
 
Dalam konteks tersebut, profil pelajar Pancasila memiliki kompetensi yang melengkapi pencapaian Standar Kompetensi Lulusan dalam hal penanaman karakter nilai nilai Pancasila.
 
Tujuan ini juga selaras dengan nilai yang dibangun dalam pendidikan Kepramukaan. Kompetensi profil pelajar Pancasila memperhatikan faktor internal yang berkaitan dengan jati diri, ideologi, dan cita-cita bangsa Indonesia, serta faktor eksternal yang berkaitan dengan konteks kehidupan dan tantangan bangsa Indonesia di Abad ke-21 yang sedang menghadapi masa revolusi industri 4.0.
Diharapkan Pelajar Indonesia memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Oleh karena itu, pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.
 
Profil pelajar Pancasila memiliki beragam kompetensi yang dirumuskan menjadi enam dimensi. Keenamnya saling berkaitan dan menguatkan sehingga upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila yang utuh membutuhkan berkembangnya seluruh dimensi tersebut secara bersamaan.

Keenam dimensi tersebut adalah:

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.
  2. Berkebinekaan global.
  3. Bergotong-royong.
  4. Mandiri.
  5. Bernalar kritis.
  6. Kreatif.
Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan bahwa profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Peraturan Mendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, menyatakan bahwa struktur kurikulum memuat intrakurikuler dan kokurikuler, serta dapat memuat ekstrakurikuler sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Pada penjelasan mengenai kokurikuler, dijelaskan bahwa kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Kegiatan kokurikuler tersebut paling sedikit dilaksanakan dalam bentuk projek penguatan profil pelajar Pancasila (pada pendidikan kesetaraan dalam bentuk pemberdayaan dan keterampilan berbasis profil pelajar Pancasila).
 
Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu (lintas aspek perkembangan untuk jenjang PAUD). Projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan mendekatkan pembelajaran dengan kehidupan nyata, oleh karena itu pelaksanaannya harus kontekstual dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya satuan pendidikan dan peserta didik.
 
Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler dan berfokus untuk melihat proses, yaitu pengalaman peserta didik saat menjalani proses pengamatan, pengambilan data, pengolahan, eksekusi, evaluasi, dan refleksi. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus dirancang dengan waktu yang cukup memadai untuk dapat melihat perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan mencapai kompetensi profil pelajar Pancasila, sementara pembelajaran berbasis projek di intrakurikuler bertujuan mencapai Capaian Pembelajaran (CP). Projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak menggantikan pembelajaran berbasis projek untuk mata pelajaran (intrakurikuler).

Pentingnya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

“... perlulah anak anak [Taman Siswa] kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri, dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya.” Ki Hadjar Dewantara
 
Sejak beberapa dekade terakhir, pendidik dan praktisi pendidikan di seluruh dunia mulai menyadari bahwa mempelajari hal-hal di luar kelas dapat membantu peserta didik memahami bahwa belajar di satuan pendidikan memiliki hubungan dengan kehidupan sehari sehari. Jauh sebelum itu, Ki Hajar Dewantara sudah menegaskan pentingnya peserta didik mempelajari hal-hal di luar kelas dalam arti belajar langsung bersama masyarakat, namun sayangnya selama ini pelaksanaan hal tersebut belum optimal.
 
Projek penguatan profil pelajar Pancasila, sebagai salah satu sarana pencapaian profil pelajar Pancasila, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dalam kegiatan ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi sehingga peserta didik dapat melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Projek penguatan profil pelajar Pancasila diharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
 
Dalam struktur kurikulum, pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila terdapat di dalam Peraturan Mendikbudristek tentang Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah yang mengatur bahwa struktur kurikulum terdiri atas intrakurikuler dan kokurikuler. Kokurikuler di satuan pendidikan PAUD serta jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah dilaksanakan sekurang kurangnya dalam bentuk projek penguatan profil pelajar Pancasila. Sementara pada Pendidikan Kesetaraan dilaksanakan melalui Pemberdayaan dan Keterampilan berbasis profil pelajar Pancasila.
...........................................................UNDUH DISINI ..................................................................
 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Semarak Ramadhan, MI Muhammadiyah 05 Gendongkulon Gelar Baitul Arqam untuk Membentuk Generasi Religius

Gendongkulon — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat pendidikan karakter Islami, MI Muhammadiyah 05 Gendongkulon menyelenggarakan kegiatan Baitul Arq

14/03/2026 15:39 - Oleh Nurkholis Majid - Dilihat 21 kali
MI Muhammadiyah 05 Gendongkulon Gelar Try Out TKA Bekerja Sama dengan Forum Guru Muhammadiyah Jawa Timur

Gendongkulon, 2 Februari 2026 — MI Muhammadiyah 05 Gendongkulon melaksanakan kegiatan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 2 hingga

02/02/2026 10:26 - Oleh Nurkholis Majid - Dilihat 69 kali
Ujian Tahfidz Juz 30: Siswa MI Muhammadiyah 05 Gendongkulon Tunjukkan Cinta Al-Qur'an

MIM05GENDONGKULON.COM-MI Muhammadiyah 05 Gendongkulon kembali menunjukkan dedikasinya dalam pendidikan keagamaan melalui penyelenggaraan Ujian Tahfidz Juz 30 untuk siswa-siswi Kelas Tah

13/06/2025 20:10 - Oleh Nurkholis Majid - Dilihat 254 kali
MI Muhammadiyah 05 Gendongkulon Gelar Penilaian Sumatif Akhir Tahun 2024/2025

MIM05GENDONGKULON.COM-Dalam rangka mengevaluasi hasil belajar siswa selama satu tahun pelajaran, MI Muhammadiyah 05 Gendongkulon menyelenggarakan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) mu

26/05/2025 19:28 - Oleh Nurkholis Majid - Dilihat 27 kali
Kemenag Tegaskan PPG Bukan Seleksi, Tapi Jalan Meningkatkan Kompetensi Guru

Jakarta (Kemenag) – Kementerian Agama menegaskan bahwa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan bukanlah instrumen seleksi, melainkan jalan strategis untuk meningkatkan kompete

26/05/2025 19:18 - Oleh Nurkholis Majid - Dilihat 462 kali
Kemenag Libatkan Lebih 5.000 Madrasah dalam Gerakan Penanaman Sejuta Pohon

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama menginisiasi gerakan Penanaman Sejuta Pohon Matoa dalam menyambut Hari Bumi, 22 April 2025. Gerakan ini akan difokuskan di Kampus Universitas I

22/04/2025 09:03 - Oleh Nurkholis Majid - Dilihat 208 kali
Kemenag Libatkan Lebih 5.000 Madrasah dalam Gerakan Penanaman Sejuta Pohon

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama menginisiasi gerakan Penanaman Sejuta Pohon Matoa dalam menyambut Hari Bumi, 22 April 2025. Gerakan ini akan difokuskan di Kampus Universitas I

22/04/2025 09:02 - Oleh Nurkholis Majid - Dilihat 18 kali
Kurikulum Berbasis Cinta Hadirkan Insan Humanis

Jakarta (Kemenag) --- Kurikulum Berbasis Cinta hadir untuk merekonstruksi (menata kembali) sistem pendidikan agar mampu melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran,

03/03/2025 17:08 - Oleh Nurkholis Majid - Dilihat 452 kali
SOP UM TAHUN 2025

MIM05GENDONGKULON.COM-Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan Ujian Madrasah (UM), maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah menyusun dan menetapka

07/02/2025 20:16 - Oleh Nurkholis Majid - Dilihat 532 kali
Daftar Ulang PPG Dalam Jabatan Angkatan 1 Dibuka Besok, Ini Caranya

Jakarta (Kemenag) --- Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (Daljab) Kementerian Agama akan dimulai 1 Maret 2025. Mulai tahun ini, PPG Daljab menggunakan pendekatan baru dengan pola PPG

31/01/2025 21:47 - Oleh Nurkholis Majid - Dilihat 788 kali